Cinta

Puisi tentang Cinta II

Puisi tentang Cinta II

Cinta, mengiba, merajuk-rayu, janji, ungkapkan rasa Kata indah, sanjung, lenakan diri dalam kekang hati Kisah, mengharu-biru dalam siasat yang hendak pergi Ku sudah mengenal mu, dalam Jejak seribu pengembara yang pernah menepi di dada Ku kan hantarkan semua yang terselip di benak mu, janji ku dalam seribu purnama, sepertinya memang tak kan ada lagi cinta(…)

Lesbian dalam Pandangan Psikiatrik, Sebuah Tanggapan

Lesbian dalam Pandangan Psikiatrik, Sebuah Tanggapan Soe Tjen Marching ;  Komponis Sumber :  KORAN TEMPO, 21 Juni 2012 Sangat mengejutkan membaca artikel “Lesbian dalam Pandangan Psikiatrik” di Koran Tempo, Kamis, 14 Juni 2012. Sang penulis, H. Soewadi, mengajukan argumen bahwa lesbian adalah penyimpangan dan gangguan seksual yang perlu disembuhkan. Padahal, sejak 1973, the American Psychiatric(…)

Puisi Galau

Puisi Galau

Saat rindu ini begitu mendendam, ingin ku nafikan semua rasa yang terlalu menghujam, hujan dan gerimis jakarta malam ini, laksana 9 purnama yang tak terhapus siang, kadang hati ingin meragu, bukan telah dimulai tahun yang baru, mengapa tidak mengengam waktu, merajut kisah yang tercecer saat gerimis di Meong dong, Aku masih mengingat mu, mengikat setiap(…)

Lagu tentang cinta

Lagu tentang cinta

lagu ini ku titip buat mu si pengelana cinta, yang terjebak di ombak samudera kau kah,  menelusuri jejak yang tertanda di hati mengapa malu tuk mengakui kau kah,  menawar dengan mawar berbalut belati mengapa takut untuk mengungkap kenyataan diri Lagu ini kutulis untuk mu wahai kekasih kunyanyi kan sambil berdansa di tiang kota new delhi(…)

Bulan Sempurna di Langit Pondokgede

Sendiri di teras sepi menunggu malam menjemput pagi Bulan sempurna menyisir  saat  terlewati renungi mimpi menyempurnakan janji sudahlah, semua tak akan terpenuhi biarlah semua pergi pergi menjauh dari hati Bulan sempurna Di Langit Pondok Gede malam ini Kepak gagak melagu di hati, kembali sunyi Dingin menyesak sampai  jantung, detak lirih Hampa, hilang semua rasa dalam(…)

Dialog dengan Demonstran ( diskusi langsung dengan pendemo Q Film Festival )

Dialog dengan Demonstran ( diskusi langsung dengan pendemo Q Film Festival )

Goethe institute, 29 September 2010 Jakarta siang , panas membakar kulit, aku sampai depan Goethe Institute jam 14.30 WIB, setelah  melayani teman-teman ODHIV di RSUD Koja.  Pintu masuk dan satpam yang biasanya tersenyum ramah, kelihatan mematung di pos nya. Aku menghentikan motor ku di depan Cecep Junaidy dan Kustin karbiaty, dua konselor volounteer dan VCT(…)

NAYLA: Saatnya Untuk Memilih

NAYLA: Saatnya Untuk Memilih

Nayla mengeser ujung jilbab putihnya melewati pundak. Kedua jari lentiknya membuhul kedua ujung nya. Panas masih terik, ketika dia buru-buru menaiki bendi untuk segera pulang. Hatinya galau mamang. Begitu banyak tanya yang seharusnya bisa ia lontarkan. Mulutnya terkunci. Membisu dia, sejak tahu rahasia apa yang diungkapkan Salman. Terlalu sulit baginya, menerima kenyataan, tak siap kehilangan(…)