Takdirku, Ramalan mu

Takdir, adalah ketidakmapaman  menghampiri ku/kepak ini patah tertahan/terjerembab dalam pelukan mu, menelusuri setiap jengkal tubuh ku/ menghitung setiap huruf yang membentuk untaian nama ku “herman varella Sabir’/ramalan mu akan cinta ku/ sepertinya diri mu yang akan bertahta /mahluk indah, sekuat naga dan seagung biksu/ aku yakin itu kamu/saat malam di hotel sepulang menjelajah puncak tertinggi kota seoul/ aku, kamu telah satu/kita akan selalu satu/walau kau merintih  ingin kan bahagian ku untuk mencapai langit/aku tak ingin selalu dibawah tubuh mu, rengek mu/biarkan aku mencapai langit dengan cara mu/bukan semua nya harus setara/itu perjuangan ku,rintih mu/ aku dan kamu telah mencapai mega, melampaui jalan panjang/saat tidak terpikir akan kesedirian di kota mu / dan aku meratap sepi disini/ menunggu enam purnama saat takdir  menjemput ku/ pastikan, kata ku/ aku tidak mampu untuk pasti/ semua bisa berubah karena semesta yang berubah/kamu juga harus berubah/ jadi pengusaha adalah keagungan yang ditorehkan lewat garis melengkung di telapak tangan mu/ kamu kan bisa tetap membantu sesama jika takdir mu telah kau temui/tebal kumparan tangan mu, adalah pertanda /kamu akan melampaui hari ini/ aku merenung sambil memandang  celoteh  bibir mu/ bibir tipis  mengucap setiap kata/dua garis merah itu membuat lukisan cinta dihati / kamu takdir ku /gumam ku mengaliri aliran darah di nadi /saat dingin menelusup lewat celah pendingin ruangan dan rintik hujan terlihat lewat kaca hotel/ Kita saling menghangatkan/aku, kamu satu.

Di saat musim hujan telah datang di kota ku/saat kita tak lagi bersama menyusuri tepian sungai  dan berkejaran menuju pemberhentian Guang Buk Dong/saat musim panas negeri ginseng tak berbekas lagi disini/ kamu harus hati-hati dengan air/ takdir mu bisa jatuh jika elemen itu datang/ kesuksesan mu berbarengan dengan rapuh nya tubuh mu/kejatuhan karena air dan kebangkitan karena unsur api /jangan pakai nama terlalu panjang/ kamu tambahkan sendiri atau anugerah dari orang tua mu?/ nama yang panjang akan menyulitkan takdirmu/aku menyangkal mu/aku berhasil melewati banyak persoalan setelah kutambahkan nama lahir ku/kesakitan yang sangat telah lewat kataku/satu masa kamu akan kesulitan karena nama mu, tegas mu/aku ingatkan dengan cinta agar kamu waspada/ramalan ku dalam tujuan itu/aku tergugu/yakinkan aku kalau kamu selalu ada untuk ku/ bahkan saat masa kesulitan itu datang/research ku kan menghalangi ku menemui mu/tak ada masa untuk bersama/setidaknya untuk 2011/selepas januari di valentine days aku usahakan/kamu harus mampu sendiri/ sekarang aku sendiri/ tapi ku tak mau menyendiri/ku takut sepi

Saat ini ada  takdir baru dalam hidup ku/mahluk indah, sekuat Naga dan seagung Biksu  /takdir telah mempertemukanku dengan  yang lainnya/bukankah di dunia ini ada tujuh sosok yang serupa/ mungkin dia salah satu nya/aku mulai meragui takdir ku untuk mu/sosok dalam ramalan mu  itu menyeruak  hari ku/ memijiti setiap titik kelelahan ku/mengingatkan saat raga ku harus ditransfusi energi baru/dia seperti kamu/indah dan kuat bagai naga/agung laksana biksu

Hari ini, saat rindu membuncah ingin menemui mu/Yakin ku akan ramalan mu atas takdir ku, seyakin  penerimaan ku atas semua kejadian  hari ini…..Takdir ku telah disini ….